Prinsip Battery Handphone

Baterai menyimpan energi listrik kimiawi dan bahan aktif yang digunakan bermacam-macam. Ada Pb, Carbon, Ni-Cd, Ni-MH, Li-Ion, dan lain sebagainya. Kendati memiliki nama yang berbeda, namun cara kerjanya sama, yaitu melakukan konversi energi.

Pada pelajaran kimia yang kita dapat waktu sekolah dulu, pak guru kimia sering menjelaskan bahwa perubahan materi akan menyerap atau melepaskan energi. Bahan aktif dalam sel baterai akan berubah wujud menjadi bahan lain dan melepaskan energi listrik untuk digunakan.

* Saat Charging yang terjadi adalah mengubah energi listrik menjadi energi kimiawi.
* Saat bekerja di ponsel, energi listrik yang telah dirubah menjadi energi kimia tersebut. diubah kembali menjadi energi listrik.
* Saat Charging yang terjadi adalah mengubah energi listrik menjadi energi kimiawi.
* Saat bekerja di ponsel, energi listrik yang telah dirubah menjadi energi kimia tersebut diubah kembali menjadi energi listrik.

Jika hal ini terjadi secara terus menerus, bisa ditebak bahwa unsur kimiawi ponsel lama. kelamaan menjadi terkikis dan berubah wujud. Pada baterai-baterai isi ulang, wujud kedua dari bahan aktif memiliki sifat dapat dibalik (reversible). Apabila sebuah baterai diberi tegangan yang lebih besar dari tegangan yang dihasilkannya, maka akan ada arus listrik yang mengalir masuk ke dalam baterai. Nah, saat dialiri arus listrik, wujud kedua dari bahan aktif akan kembali ke wujud pertamanya yang menyimpan energi listrik.

Tidak semua baterai dapat diisi ulang. Hal ini bergantung pada bahan aktif yang digunakan. Pada baterai-baterai isi ulang, wujud kedua dari bahan aktif memiliki sifat dapat dibalik(reversible). Apabila sebuah baterai diberi tegangan yang lebih besar daripada tegangan yang dihasilkannya, maka akan ada arus listrik yang mengalir masuk ke dalam baterai. Nah, saat dialiri arus listrik, wujud kedua dari bahan aktif akan kembali ke wujud pertamanya yang menyimpan energi listrik.

OVERCHARGE!
Guess what? apa yang terjadi pada bahan aktif yang berada pada kondisi terisi (fully-charged) namun terus dilakukan pengisian? Yang pasti unsur kimiawi tersebut akan mengubah menjadi energi kalori ( panas). Celakanya, beberapa bahan aktif jutru mengubahnya menjadi gas berbahaya yang mudah meledak. Akibatnya, kapasitas baterai akan menurun.

Para reseller selalu mengingatkan kita waktu membeli ponsel baru. Dengan mengatakan pengisian pertama 8 jam, selanjutnya jangan dicharge lebih dari 6 jam, Kalimat ini bukan main-main, para SPG itu sudah teredukasi bahwa hal demikian akan memperpanjang umur baterai kita. Kalo kita mau ribet sedikit, overcharge tersebut bisa disiasati dengan penggunaan ‘Charge Controller’. Sebuah komponen kecil, oleh pabrik biasa dipasang dalam baterai kemasan (battery-pack). Komponen ini akan menghentikan proses pengisian apabila baterai dianggap telah penuh.

Take Care!

Fakta yang sering diabaikan!!!


Menggunakan Ponsel saat baterai diisi
Jika kita melakukan pengisian baterai, sebaiknya pesawat dalam keadaan tidak menyala. Jika pesawat menyala akan terjadi arus masuk dan keluar secara bergantian, yang akibatnya akan merusak molekul dalam baterai. Ini juga mengakibatkan terjadinya memory effect pada baterai. Apalagi saat kita men-charge, ponsel kita gunakan untuk koneksi, itu akan menambah beban pada proses kimia dalam baterai.

Terlalu lama mengisi
Jika baterai sudah full dan terlalu lama didiamkan, hal ini akan merusak kompnen di dalamnya. Ada charger yang otomatis, sehingga ketika baterai sudah full dia mati sendiri. Ini tentu memudahkan kita dalam pengisian baterai. Tetapi jika kita menggunakan charger yang tidak otomatis, mungkin harus benar-benar diperhatikan lamanya pengisian. Misalkan kapasitas baterainya 1500 mAH, sementara arus charge nya 100 mAH, maka baterai diisi selama 15 jam lebih sedikit.

Terlalu sering charging di mobil.

Saat mengisi baterai di kendaraan, kita menggunakan pemantik api sebagai sambungan. Voltase pada kendaraan sering tidak stabil, yang dapat mengakibatkan tidak stabilnya arus masuk ke dalam baterai. Apabila hal ini sering kita lakukan, maka akan terjadi kerusakan pada komponen baterai. Sebetulnya logika ini juga bisa kita jelaskan apabila voltase pada arus listrik di rumah atau di kantor tidak stabil. Makanya, kalau mau sedikit repot, waktu charging baterai gunakan stabilizer.

(tabloidpulsa.co.id)

PRODUK BARU

Distributor Ring Stand HP iRing Handphone